Pembangunan Jalan Hotmix Desa Pir Trans Sosa IV Hutaraja Tinggi Selesai Dilaksanakan

  • Bagikan
alan Hotmix Desa Pir Trans Sosa IV Hutaraja Tinggi

DimensiNews.co.id, Padang Lawas – Peningkatan Jalan Hotmix Desa Pir Trans Sosa IV menuju Desa Pir Trans Sosa V Kecamatan Hutaraja Tinggi sepanjang 4 x 400 meter sudah rampung dikerjakan, masyarakat sekitar antusias memantau pelaksanaannya.

Pada plank proyek terlihat CV Azmy sebagai pelaksana kegiatan kontruksi CV Azmy dengan kode tender 1753668 dengan biaya Rp 994.832.900,00 bersumber dari APBD Padang Lawas Tahun Anggaran 2019.

Azmy,  mengatakan, “Dalam pelaksanaannya kami beracuan terhadap arahan consultan pengawas dan juga pengawas dari pihak PU Palas, Alhamdullilah proses pembanguan jalan hotmix berjalan lancar serta masyarakat juga nantinya merasa puas akan kualitas jalan hotmix sebagai jalan penghubung antar Desa disini,” ungkap Azmy, saat ditemui DimensiNews pada Sabtu (30/11/19).

BACA JUGA :   Cabuli Bocah Dibawah Umur, Penjaga RPTRA Meruya Utara Diringkus Polisi

Sementara itu, Muhammad Yusuf, ST didampingi Rasdi selaku pengawas PU Binamarga wilayah III, saat ditemui DimensiNews di kantornya Senin (02/12/19) mengatakan, kegiatan pembangunan jalan hotmix yang dikerjakan sudah sesuai dengan spek dan hari minggu semalam proses hotmix sudah rampung dilaksanakan.

“Semoga jalan hotmix penghubung desa ini nantinya dapat bermanfaat dan dapat memperlacar perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Jumanto (45) warga Desa Pir Trans Sosa IV saat ditanyakan komentarnya terkait pembangunan peningkatan jalan hotmix mengatakan sangat berterimakasih terhadap Pemda dan Dinas PU Palas yang sudah memperhatikan kondisi jalan di desanya.

“Kami sangat berterimakasih terhadap Pemda serta Dinas PU Palas yang sudah memperhatikan keadaan jalan penghubung desa kami”.Kata Jumanto.

BACA JUGA :   KPUD Purwakarta Tetapkan 616 Bacaleg dalam DCS, 22 Bacaleg TMS

“Kiranya kedepan pembangunan jalan hotmix ini dapat berlanjud lebih luas lagi, sehingga jalan penghubung antar desa tidak ada lagi yang becek dan berlumpur jika musim penghujan, sedang kalau kemarau jalan selalu diselimuti abu yang berbahaya bagi pernafasan dan tentu akan memperlacar perekonomian masyarakat,” terang Jumanto. (Robert Nainggolan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses