Warga Datangi Dapur MBG Sukoharjo 1, Soroti Komunikasi hingga Dampak Operasional

  • Bagikan

Malang – Sejumlah warga di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 1, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mendatangi lokasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (10/7). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan sejumlah aspirasi yang selama ini dinilai belum mendapatkan tanggapan dari pihak pengelola.

Perwakilan warga RT 12, Lusi, mengatakan masyarakat berharap dapat bertemu langsung dengan pengelola SPPG untuk memperoleh penjelasan mengenai berbagai persoalan yang muncul sejak pembangunan hingga menjelang operasional dapur MBG.”Warga hanya ingin bertemu dengan pengelola agar ada penjelasan. Kami ingin komunikasi yang baik,” ujar Lusi.

Menurutnya, salah satu persoalan yang dipersoalkan warga adalah minimnya komunikasi sejak awal pembangunan. Bangunan SPPG berdiri di wilayah RT 12 dengan akses masuk melalui RT 10, namun warga mengaku tidak pernah diajak bermusyawarah ataupun menerima sosialisasi sebelum proyek dimulai.”Mulai berdiri tidak ada perundingan dengan RT maupun warga. Tahu-tahu pembangunan berjalan,” tandasnya.

BACA JUGA :   PWI Kota Tangerang Gelar Konferensi Tahun 2019 Berjalan Sukses

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan manfaat yang dijanjikan dari keberadaan dapur MBG bagi masyarakat sekitar. Mereka berharap operasional SPPG dapat membuka kesempatan kerja bagi warga setempat, tetapi hingga kini peluang tersebut dinilai belum dirasakan.

“Katanya keberadaan MBG bisa membantu warga sekitar, tapi kenyataannya warga di sini hampir tidak ada yang bekerja, kecuali yang masih memiliki hubungan keluarga,” ungkapnya.

Selain persoalan kesempatan kerja, masyarakat turut mengkhawatirkan dampak aktivitas distribusi makanan terhadap lingkungan permukiman. Arus keluar masuk kendaraan operasional setiap hari dikhawatirkan menimbulkan kemacetan karena jalan menuju lokasi relatif sempit.

“Kalau nanti ada mobil keluar masuk setiap hari, kami khawatir bisa mengganggu akses warga karena jalannya tidak terlalu lebar,” ucap Lusi.

BACA JUGA :   Tradisi Larong Sesaji Petik Laut di Banyuwangi Tetap Terapkan Prokes

Warga juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat beredar informasi mengenai adanya bantuan atau kompensasi bagi lingkungan sekitar sebagai dampak operasional SPPG. Namun hingga saat ini, mereka mengaku belum melihat realisasi dari rencana tersebut.

“Dulu sempat dijanjikan akan ada bantuan atau kompensasi untuk lingkungan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Sukoharjo 1 maupun Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai keluhan yang disampaikan warga. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses