Si Jago Merah Mengamuk di Pabrik Benang Driyorejo Gresik, Karyawan Kocar Kacir Evakuasi Diri

  • Bagikan

GRESIK – Di Jumat berkah, di saat sebagian umat muslim sedang mencari keberkahan di hari yang dipercaya lebih utama dari hari lainnya itu, Karyawan PT Panji Mas malah disibukkan untuk harus mengevakuasi diri masing masing dari amukan Jago merah yang asapnya semakin lama semakin membumbung tinggi dari atap perusahaan yang terletak di kawasan Industri di dusun Semambung, KM 25, desa Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, Jumat Siang, (29/10/2021).

Perusahaan Naas itu di ketahui merupakan perusahaan produsen Benang. Dari keterangan beberapa karyawan, sekira pukul 14.24 wib, nampak api muncul dengan tiba tiba yang semakin lama, semakin membesar dan tak terkendali, kurang lebih empat unit kendaraan pemadam kebakaran telah di turunkan ke TKP dengan di bantu truk bermuatan air yang lain, namun petugas nampak kewalahan dalam proses pemadaman kobaran api tersebut.

BACA JUGA :   Lewat Diskusi Nasional DEMA UIN Alauddin Adakan Konsolidasi Massal Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Dalam Kampus

Sementara, dengan sigap anggota dari Polsek Driyorejo turut membantu dan mengamankan lokasi, mengatur arus lalu lintas yang berpotensi terjadi kemacetan saat pengendara melintas di tkp.

Dikhwatirkan ada terjadinya potensi dari dampak kejadian tersebut, salah satu perwakilan perusahaan tetangga, PT. Miwon Indonesia, nampak turut menyaksikan dan memantau kejadian.

“Yang saya khwatirkan imbas dari kebakaran akan mengganggu jalur arus kelistrikan yang menyuplai ke perusahaan tempat kami bekerja mas. Karena kebakaran sebelumnya, hampir di laksanakan pemutusan arus listrik ke perusahaannya,” ujar Nanang, yang bertugas sebagai humas di perusahaan penyedap rasa ternama itu berharap Kobaran api untuk segera dapat dikendalikan.

Dari pantauan media ini, disinyalir tak ada korban Jiwa dari kejadian ini. Adapun dugaan penyebabnya, seseorang karyawan yang keberatan namanya di muat menyebutkan bahwa sumber api diduga berasal dari mesin las yang berada di pabrik. Namun, hingga berita ini di tayangkan, awak media belum mendapatkan informasi yang lebih dalam terkait penyebab dan besar kerugian yang di derita oleh perusahaan. (by)

BACA JUGA :   Fenomena Hoaks dan Ujaran Kebencian Warnai Pilpres Indonesia dan Amerika
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses