SUKOHARJO – Setelah sebelumnya menggelar uji coba atau simulasi, Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Sukoharjo akan dimulai 13 September nanti.
Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sudah menggelar simulasi, sehingga jenjang Sekolah Dasar (SD) belum dapat menggelar PTM terbatas. Untuk jenjang SD diharuskan menggelar simulasi PTM terlebih dahulu.
“Untuk Sukoharjo yang bisa menggelar PTM terbatas baru SMP dan SMA. Untuk jenjang SD harus menggelar simulasi PTM terlebih dahulu agar nantinya bisa PTM terbatas,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno, Jumat (10/9/2021).
Darno menyampaikan, sudah ada 450 SD di Sukoharjo yang mengajukan izin menggelar simulasi PTM pada bupati. Terkait izin tersebut, tim dari dinas bersama Satgas Corona melakukan asesmen pada masing-masing sekolah yang mengajukan izin untuk menggelar simulasi PTM. Hal itu terkait
sarana prasana protokol kesehatan di sekolah.
Rencananya, ujar Darno, simulasi PTM jenjang SD akan dilakukan serentak pada seluruh SD baik negeri maupun swasta. Selama simulasi tersebut, penerapan prokes yang ketat menjadi syarat utama. Selama simulasi tersebut, setiap sekolah dibatasi maksimal 30% kehadiran siswa. Setiap kelas dijadwalkan hanya sekali masuk sekolah setiap minggunya karena jam belajar dibatasi 4 jam dan hanya 30 menit setiap mata pelajaran.
“Tim melakukan visitasi ke sekolah terkait persiapan menggelar simulasi prokes. Sarana prasaran terkait prokes harus dipenuhi. Kalau ada sekolah yang dinilai belum siap, nantinya belum boleh menggelar simulasi PTM,” ujarnya.
Simulai PTM untuk jenjang SD sendiri akan dilakukan selama dua minggu. Setelah simulasi selesai, akan dilakukan evaluasi dan jika berjalan lancar, sekolah bisa melanjutkan untuk menggelar PTM terbatas.*(Priyanto)
















