Warga Neglasari Terpaksa Mengungsi Karena Tak Tahan Bau Busuk Dari Tumpukan Sampah 

  • Bagikan

TANGERANG – Wie Lanie (60) Warga Jalan iskandar muda RT 05/06 Kelurahan Kedaung Wetan Kecamatan Neglasar Kota Tangerang mengeluhkan terpaksa harus mengungsi,karena rumah sudah tidak layak untuk ditempati akibat bau sampah yang mengunung di belakang rumahanya.

Lanie juga mengeluhkan selain sampah juga Air limbah bau busuk terasa sangat menganggu kesehatannya.

“Sampai mau muntah mana mungkin kita tahan hidup bersama sampah yang tidak ada tembok pembatas dengan rumah kami, ketinggian Sampat 8 – 15 Meter di TPA (Tempat Pembungan Akhir) Rawa Kucing Neglasari.”ujar Lanie

Lanie menjelaskan,gunungan sampah lebih tinggi dari genteng rumah kami, tidak ada tembok pembatas kan kwatir longsor, udah gitu Air limbah warna hitam menggenangi kamar mandi dan toilet, jadinya tidak dapat digunakan, akibat air limbah TPA.keluh Nya.

“Tanah saya hanya
tanah seluas 81meter kemudian bangunan rumah 72.meter dan ada tanah kosong dibelakang 9.meter, sudah 3 (tiga) kali diukur oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tapi sampai saat ini belum juga di bebaskan jadi pusing kitanya.”ujarnya

BACA JUGA :   Menpora Dukung HSS Bangkitkan Olahraga Tinju Indonesia

Ia pun mempertanyakan keseriusan Walikota Tangerng Arif R Wismansyah dalam mengelola lingkungan hidup khusunya sampah.

“Saya mau nanya, Apa aja ya yang dikerjakan Walikota Tangerang hingga pak Arief tidak punya waktu untuk melihat warga disini yang sangat tidak nyaman, terus terang sangat kecewa sama pemerintah yang menjabat saat ini, terlebih pihak dinas DLH yang harus nya menindak tegas atas pelanggaran lingkungan hidup tapi tidak bisa bersikap pada TPA Rawa Kucing, “Ucap Lanie

Nenek 60 tahun itu sangat sedih saat melihat rumah nya yang tergenang air hitam limbah TPA Rawa Kucing padahal dirinya pada tanggal 22 April 2021 diopnam karena Covid -19 di RS Hermina sehingga tidak bisa melihat rumah kesangan nya.

“Sejak TPA ini dibangun, hidup kami tidak tenang karena Air tak sedap bukan saja mengalir dari selokan, bahkan dari sela – sela keramik lantai rumah, tercium bau busuk hingga ke kamar tidur dan seluruh ruangan,”ungkap nenek umur 60 itu.Melalui pesan WhatsApp henpon.

BACA JUGA :   Rico Sia Salurkan Ventilator untuk RSUD Raja Ampat

Terpisah,Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Gatot Wibowo mengatakan, Tentu nya kami, ikut prihatin dan akan terus mendorong pihak pemerintah Kota Tangerang terutama dinas DLH agar lebih memperhatikan warga yang terdampak rembesan Air Limbah TPA Rawa Kucing.

“Sejatinya DPRD Kota Tangerang mengucapkan Permohonan maaf kepada warga disana, karena besaran anggaran hanya Rp 5,- M tahun ini, untuk pembebasan lahan atau rumah – rumah warga yang terdampak gunungan sampah TPA Rawa Kucing,” ucap Kader Partai PDIP itu melalui henpon Nya.

Beliau menegaskan, DPRD akan mendesak kepala dinas DLH dan jajaran Nya menyusun rencana secara Konkrit untuk memberikan solusi yang terbaik dan menyiapkan bantuan untuk warga yang terdampak rembesan air limbah.

BACA JUGA :   Jelang Tahun Baru Pasar Pagi Tambora Di Banjiri Pedagang Petasan dan PKL

“Sekarang akan saya telepon langsung kepala dinas DLH, agar dapat bekerjasama dengan DLH koordinasi Baznas dan dinsos serta kelurahan ( terkait program sosial yang dapat diberikan bagi warga yang terdampak) untuk ibu Wie Lanie tapi juga kesemuan warga yang terkena dampak sampah TPA Rawa Kucing,” tegas Gatot.

Dia berharap, Butuh kerja sama dari semua pihak untuk mengatasi persoalan warga terdampak sampah TPA di RT 05 /04 Kel Kedaung wetan Kec Neglasari dan akan kita bahas di Rapat DPRD Kota Tangerang untuk anggaran pembebasan lahan tanah dan rumah – rumah warga tahun anggaran yang akan datang.

“Memang sudah menjadi usulan dan pastinya sudah dan akan dibahas kembali di rapat – rapat DPRD tentang pembebasan tanah dan bangunan agar warga dapat pindah ketempat yang layak dan pihak DLH juga dapat memperluas lahan TPA Rawa Kucing,” tutup Nya.(Red 02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses