Dinas Pendidikan Tulungagung Selenggarakan PTM Bulan Juli, Karena 75 Persen Sekolah Memenuhi Syarat

  • Bagikan

TULUNGAGUNG – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Tulungagung tetap akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang, kendati beberapa daerah sudah mulai melakukannya sebelum bulan Juli.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung, Haryo Dewanto saat dikonfirmasi, Selasa (20/04/2021).

Yoyok, sapaan akrab Haryo Dewanto mengatakan, tidak ada perubahan rencana, PTM untuk kabupaten Tulungagung tetap akan dimulai bulan Juli, sesuai dengan rencana awal.

“Tetap sesuai jadwal, akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang, tidak ada perubahan,” jelasnya.

Hal ini dilakukan karena sesuai dengan perintah Bupati Tulungagung dan sebagai persiapan karena sampai saat ini belum ada guru tingkat SMP yang memperoleh vaksin Covid-19.

BACA JUGA :   Ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta Jatinegara  Pangdam Jaya Tabur Bunga 

Yoyok menyebut, vaksinasi Covid-19 baru menyentuh guru TK dan SD saja, sedangkan untuk guru tingkat SMP masih menunggu jadwal dari Dinas Kesehatan. Guru SMP juga belum ada yang divaksin kok, jadi tetap kita lakukan sesuai ketentuan awal di bulan Juli 2021,” ucapnya.

Kini pihaknya memilih untuk sibuk mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan PTM di bulan Juli mendatang, termasuk mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah, sehingga PTM tidak menjadi penyebab meledaknya penyebaran Covid-19.

Yoyok yakin, pihak sekolah sudah mempersiapkan hal ini, walaupun prosentasenya belum 100 persen, sebab kabar akan dibukanya kembali sekolah dan pelaksanaan PTM bukan kali ini saja.

“Saya rasa memang sulit ya,karena ada checklistnya kan,misalnya untuk toilet dan WC saja harus benar benar bagus, ini kan susah untuk di kita, tapi kalau sarana utama,kita yakin bisa menyiapkan dengan maksimal,”jelasnya.

BACA JUGA :   Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Kembali Gelar Perkara Kecelakaan Setnov

Yoyok menjelaskan, dengan adanya pembelajaran tatap muka ini, pihaknya berharap tidak terjadi ledakan penyebaran Covid-19, sehingga pembelajaran dengan sistem serupa tetap bisa dilaksanakan secara terus menerus.

“Harapan kita tentunya semua yang terlibat harus benar benar menerapkan aturan yang ada, jangan sampai ada penyebaran dan penularan yang bisa berimbas buruk nantinya,” pungkasnya.

*(Cristian)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses