
DimensiNews.co.id – Purwakarta
Perum Jasa Tirta II telah melakukan uji coba penerapan program Culture Based Fisheries di perairan Waduk Jatiluhur, uji coba ini dilakukan sejak Tahun 2017 dan secara rutin benih ikan bandeng ditebar hingga tahun 2018. Dengan melibatkan sejumlah stakeholder dan kelompok petani lokal di sekitar waduk, keberhasilan program ini digadang-gadang akan menjadi lapangan kerja alternative para petani waduk tanpa harus menjadi pekerja di budidaya perikanan Keramba Jaring Apung (KJA).
“Melalui program CBF ini, PJT II memberikan solusi untuk kelestarian lingkungan di sekitar Waduk Jatiluhur dan memberikan kesejahteraan terhadap petani lokal,” kata Dirut PJT II, Djoko Saputro di Istora Kawasan Jatiluhur, Purwakarta, Kamis (6/11/2018).
Ia menambahkan agar pemanfaatan hasil ikan dapat memberi pemanfaatan yang maksimal, para kelompok tani lokal akan diberi pelatihan teknis.
“Nanti petani lokal akan diberi kemampuan terkait bibit dan panduan teknis pelaksanaan CBF dari Kementerian Kelautan Perikanan sehingga para petani dapat memanfaatkan langsung hasil panen ikan tersebut,” jelas Djoko.
Menurutnya, PJT II sebagai pengelola Waduk Jatiluhur bertanggungjawab untuk menjaga kualitas mutu air Waduk Jatiluhur menjadi lebih baik serta menjaga hajat hidup petani lokal agar menjadi pelaku usaha.
Ditempat yang sama, Kepala Pusat Perikanan BRSDM-KKP Toni Ruchimat, keberadaan Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur menyebabkan kualitas air menurun dan terjadi pendangkalan sehingga perlu diterapkan inovasi pengembangan perikanan waduk yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat memberikan hasil yang optimal kepada masyarakat secara berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
“Implementasi program CBF di Waduk Jatiluhur diharapkan mampu memulihkan dan memperbaiki habitat perairan waduk dan pada ujungnya tentu meningkatkan kesejahteraan masayarakat khususnya dalam perubahan ekonomi, menciptakan kemandirian, peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk menampung hasil panen perikanan berbasis budidaya ini dan dapat diolah secara baik menjadi produk perikanan. Menurut Djoko, pihaknya melakukan kerjasama Perum Perindo dengan penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan usaha. “Perindo diharapkan bisa sebagai offtaker dari ikan-ikan yang ditangkap dan dipanen dari Waduk Jatiluhur yang merupakan hasil panen CBF. Jadi nantinya ikan-ikan yang ditangkap dan dipanen dari Waduk Jatiluhur pembelinya sudah ada,” terang Djoko.
Diharapkan dengan tercapainya keberhasilan program CBF di Waduk Jatiluhur dapat menjadi pilot project bagi waduk/danau lain di Indonesia untuk menerapkan perikanan tangkap yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (rom)
















