Tiga Perwira Polres Tulungagung Terima Penghargaan dari LEMKAPI

  • Bagikan

“Ini adalah hal yang luar biasa, kepedulian antar sesama sangat nampak,” katanya.

Edi mencontohkan, seperti halnya di Kampung Tangguh Desa Bolorejo Kecamatan Kauman, menurutnya nuansa guyub rukun dan kegotong-royongan sangat terasa kental.

Tidak hanya untuk penanganan Covid-19, namun Kampung Tangguh sudah didesain untuk segala hal seperti pemberantasan narkoba, tanggap bencana, ketahanan pangan, Kamtibmas, ekonomi tangguh, dan pendidikan tangguh.

“Ada satu hal lagi yang patut dijadikan pilot project, yakni adanya pos digital Astuti yang memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat untuk berkomunikasi dengan polisi, dan dengan segera memberikan problem solving dari setiap permasalahan yang ada,” imbuhnya.

Edi menambahkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menyarankan agar Polres Tulungagung terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Kedepan, pos digital Astuti seyogyanya juga ditempatkan pada titik-titik yang menjadi atensi Kepolisian seperti daerah yang memiliki kerawanan kriminalitas, kecelakaan, atau bencana alam.

BACA JUGA :   Lemkapi Berikan Penghargaan Promoter Reward Kepada Polres Metro Jakarta Barat

“Kami tahu untuk membangun itu tidak mudah dan tidak murah, tetapi kami yakin dengan dukungan banyak pihak akan mudah diwujudkan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakapolres Tulungagung Kompol Yhogi Hadisetiawan mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan LEMKAPI.

Namun dirinya juga menyampaikan, bahwa keberhasilan penanganan Covid-19 di Tulungagung ini bukanlah dilakukan oleh dirinya, Kapolres, maupun Kasatlantas. Namun dilakukan oleh seluruh anggota TNI/Polri, pemerintah dan dukungan masyarakat.

“Bukan kami bapak, tetapi orang yang hadir disini (Kapolsek, PJU-red) dan seluruh anggota TNI/Polri, pemerintah serta masyarakatlah yang bekerja keras mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Yhogi mengakui, grand design penanganan Covid-19 di Tulungagung tidak terlepas dari arahan Kapolda Jatim. Menurutnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran ketika itu membawa konsep Problem Oriented Policing (POP) yang cepat dan tepat.

BACA JUGA :   Santri Mengglobal Gelar Webinar Mentoring Belajar di Korea

“Jadi konsepnya kami (polisi-red) hanya sebagai pemicu atau detonatornya saja. Ketika diledakkan, maka seluruh elemen masyarakat yang sudah memiliki jiwa POP langsung bergerak,” jelasnya.

Yhogi menambahkan, meski saat ini tingkat kesembuhan sudah tinggi, namun pihaknya tetap ketat dalam menerapkan protokol kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, setiap hari anggota melakukan patroli gabungan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar selalu bermasker, menjaga jarak, dan menjaga pola hidup sehat.

(Cristian)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses