oleh

Pembangunan Jalan Bidang Kota Kandis-Trimulyo oleh Bina Marga Tanjabtim Diduga Tidak Transparan

DimensiNews.co.id – TANJABTIM – Kegiatan peningkatan pembangunan jalan bidang Kota Kandis – Trimulyo, Kecamatan Dendang oleh Bina Marga Kabupaten Tanjung Jabung Timur terlihat sudah selesai dikerjakan. Namun, proyek tersebut dinilai kurang transparan dan terkesan asal-asalan.

Pembangunan yang dikerjakan oleh CV Putra Mahkota dengan menggunakan APBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2020 tersebut tidak tertera pagu anggaran dan konsultan pengawas di papan proyek. Pantauan di lapangan, kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan oleh pelaksana.

Namun, ada beberapa dari masyarakat dan pengguna jalan bertanya-tanya serta mengeluhkan tentang pekerjaan dikarenakan timbunan batu yang besar-besar dan tanah timbunannya tidak merata yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Supri, kontraktor pelaksana CV Putra Mahkota saat dikonfirmasi via handphone, Jumat (7/8/2020) mengatakan, untuk peningkatan jalan tersebut memang tidak semua dilapisi menggunakan tanah timbunan atau tanah merah terlebih dahulu. “Hanya sekitar 900 kubik saja yang dilapisi tanah merah, untuk panjangnya ya dibagi saja,” terangnya.

“Timbunan tanah sudah sesuai dengan ketentuan atau RAB dan sudah diketahui oleh aparatur desa. Yakni kepala desa, Kadus, RT, bahkan pihak PUPR Tanjabtim sudah mengetahui akan hal itu. Timbunan tanahnya sepanjang 800 meteran lebih. Supaya lebih jelas silakan tanya Dinas PUPR,” terangnya.

Supri menambahkan, anggaran pekerjaan peningkatan Jalan Kota Kandis – Trimulyo sebesar Rp. 2 milyar lebih, dengan panjang atau volume 1,5 kilometer, namun dilebihkan 50 meter untuk antisipasi.

Terpisah, Hasanudin selaku Kades Koto Kandis memberikan keterangan berbeda dari yang disampaikan Supri. “Saya merasa tidak pernah bertemu dengan pihak kontraktor. Dari awal masuk hingga selesai kegiatan tidak pernah tahu bentuk orangnya,” katanya.

“Waktu masuk alat berat ada yang nelepon saya, hanya memberitahu akan melaksanakan pekerjaan tersebut. Sehubungan pemaparan 800 meter tanah merah yang ditimbun sudah ada pertemuan dengan kontraktor, sama sekali tidak pernah. Tidak diketahui masyarakat atau lainnya,” pungkas Hasanudin.*(Ari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed