Dituding Kurang Tanggap Soal TPS Liar, Camat Batuceper Meradang

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, TANGERANG- Tudingan Kepala UPT Timur Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Amirga, yang menyebut jajaran pejabat wilayah kurang tanggap dalam mencegah masyarakat untuk tidak membuang sampah di Blok Ambon ditanggapi dingin Camat Batuceper, Rahmat.

Dihubungi via selulernya, Rahmat mempertanyakan dasar tudingan Kepala UPT Timur yang menyebut dirinya beserta jajarannya kurang tanggap atas kondisi sampah yang berserakan tersebut.

“Kalau saya lihat fotonya ada bentor LH, kok dia ngelempar warga itu kan harus disediakan TPSnya. Warga buang kemana kalau ngga ada TPSnya. Jangan begitulah, dan saya menyayangkan kalau bahasa dia begini,” tukas Rahmat, Sabtu (23/3/2020).

Apalagi, ditengah mewabahnya virus Covid-19, saat ini jajaran Kecamatan Batuceper tengah gencar-gencarnya melakukan sosialisasi dan mengambil langkah pencegahan penyebaran virus tersebut.

BACA JUGA :   Braak. . . Seruduk Truk Yang Sedang Parkir, Mobil Mikrolet Rusak Parah

“Apalagi sekarang kerjaan dinas ada di kelurahan semua. Kalau LH kan memang ngurusin sampah aja, ya jangan ngelempar begitu aja kalau kata saya sih, tapi nanti saya cek ke Pak Lurah,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sepanjang Jalan Blok Ambon, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, dipenuhi sampah yang berserakan, Sabtu (21/3/2020).

Selain menjijikan, sampah yang berserakan di sepanjang jalan tersebut juga banyak dikeluhkan masyarakat pengguna jalan yang melintas.

Kepala UPT Timur Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Amirga, saat dihubungi via selulernya justru menuding pejabat wilayah kurang tanggap atas keberadaan pembuangan sampah liar tersebut.

Menurut Amirga, lokasi pembuangan sampah liar tersebut seharusnya dapat dicegah andai saja pejabat wilayah dalam hal ini camat dan lurah dapat memberikan pemahaman kepada warganya.

BACA JUGA :   Warga Sesalkan Lingkungan Dinas Dijadikan Ajang Sawer Biduan Seksi

“Bisa ngga yang punya wilayah menjaga di situ biar orang Jakarta nggak bisa buang di sana. Iya dong sama-sama bantu dong. Kalau komplennya sudah banyak ya kita sih pasti kita angkut minimal sebulan sekali,” tutur Amirga. (Dul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses