oleh

Peredaran Ganja 7 kg di Malang Berhasil Digagalkan

DimensiNews.co.id MALANG – Sebanyak 7 kg bruto Narkotika Golongan I jenis ganja yang dikirimkan melalui 4 penerima di wilayah Malang, berhasil digagalkan dalam Joint Operation.

Dimana, tim yang berhasil menggagalkan itu diantaranya, Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional Pusat (BNNP), serta BNN Malang Raya.

Dikatakan Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim II, Agus Hermawan, bahwa tim tersebut berhasil menggagalkan pengiriman paket melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT).

“Tiga tersangka yang diamankan MS, CF, dan AR,” terang dia, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, Joint Operations itu berlangsung selama tiga hari mulai dari 31 Agustus sampai 2 September 2019. Yang berawal dengan diterimanya informasi dari BNN Pusat akan ada palet yang diduga berisi ganja dikirim melalui PJT ke wilayah Malang.

“Setelah Informasi diterima, Tim Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jatim II dan BNN Malang Raya melakukan pengintaian terhadap paket itu,” urai Agus.

Oleh sebab itu, dijelaskannya, selain tiga tersangka dan paket ganja seberat 7 kg bruto, barang bukti yang juga diamankan diantaranya 1 unit kendaraan roda 4, 1 unit kendaraan roda 2, lalu 6 buah handphone milik tersangka, 7 buah resi pengiriman, 4 buah kartu identitas, serta 1 buah timbangan.

“Dari penindakan ini, para tersangka dijerat dengan pasal 111 sampai dengan 114 jo pasal 132 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” tegas dia.

Sementara, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brgjen Pol Bambang Priambodo, menjelskan bahwa 7 kg ganja yang dikirim tersebut dialamatkan ke Jalan Terusan Surabaya, Kecamatan Klojen lalu Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan Jalan Raya Kebonagung, Kabupaten Malang.

“Untuk wilayah Kota Malang 5 kg ganja dan untuk Kabupaten Malang 2 kg ganja,” tandas dia.

Lebih lanjut, dia menegaskan, paket kiriman ganja itu berasal dari Medan. Yang tentunya, imbuh Bambang, barang haram itu berasal dari Aceh yang akan didistribusikan ke wilayah Malang.

“Dalam kasus ini, masih dikembangkan terus dan ada DPO yang diburu,” pungkas dia. (Put)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed