oleh

BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Targetkan Tambah 9 FKTP di 2021

SURABAYA – Kemudahan layanan bagi Peserta JKN – KIS, Implementasi MENGKUDU ( MEmaNGgil Kewajiban Untuk penDaftaran bU) dan Pelayanan Promotif Preventif dan Perluasan kerja sama pada FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) sebagai mitra BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan menjadi topik bahasan di acara Cangkruk Virtual BPJS Kesehatan Cabang Surabaya bersama Media, Jumat pagi, (10/09/2021).

Demi implementasi UU Nomor 40/2004 tentang SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional), dimana Jaminan Kesehatan diselenggarakan dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan, Deputi Direksi Wilayah Jawa Timur BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) memutuskan dengan Nomor 167 Tahun 2021, tentang Revisi Penetapan Target Kerja sama FKTP pada setiap Kantor Cabang di Tahun 2021, untuk BPJS Kesehatan Cabang Surabaya ditargetkan ada penambahan 9 FKTP menjadi 223 FKTP dari 214 FKTP pada data per September 2021.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Kantor Cabang Surabaya, Eka Wahyudi, menjelaskan bahwa hingga September 2021, total jumlah FKTP di Surabaya sebanyak 214 unit dengan jumlah dokter umum 606 orang, yang melayani 2 476.816 peserta, hingga average rasio pelayanan dokter kepada peserta di 1 : 4.087 peserta.

“Sebenarnya, Rasio pelayanan ini sudah ideal. Standarnya 1 dokter melayani maximal 5.000 peserta, namun ada yang lebih dari 5000 peserta. Jadi kami akan menargetkan hingga akhir 2021 ada tambahan 9 FKTP di Surabaya sehingga totalnya bisa mencapai 223 unit sampai Desember nanti,” katanya.

Menurut data BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, dari 31 kecamatan yang ada di Surabaya, terdapat 12 kecamatan dengan masing – masing rasio pelayanannya bisa mencapai lebih dari 5.000 peserta.

Adapun dari 12 Kecamatan tersebut diantaranya yakni Kecamatan Asemrowo, Benowo, Bulak, Dukuh Pakis, Kenjeran, Pabean Cantikan, Pakal, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukomanunggal, Tenggilis Mejoyo. Kondisi ini akan berdampak pada tidak maksimalnya pelayanan kesehatan dan berkurangnya akses peserta untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Dari data per Agustus 2021, tertera rasio pelayanan dokter kepada peserta yang dapat mencapai angka 7000 an peserta per dokter terdapat di Kecamatan Semampir, Simokerto, Pabean Cantikan.

Kecamatan Simokerto menduduki angka rasio tertinggi dengan jumlah dokter umum 10 orang yang melayani 79.554 peserta, rasio 1 : 7.955 peserta. Disusul dengan Kecamatan Semampir dengan jumlah dokter umum 21, jumlah peserta 166.622 peserta, angka rasio 1 : 7.934 peserta, kemudian kecamatan Pabean Cantikan dengan angka rasio dokter dan peserta 1 : 7009.

Sustainabilitas program Jaminan Kesehatan dapat dihasilkan melalui Kemitraan yang setara dengan seluruh pemangku kepentingan, sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder terkait. Adapun peningkatan mutu layanan dan penguatan strategic purchasing, dapat diraih dengan Kendali Mutu, dan Kendali Biaya.

Adapun faktor yang mendukung tercapainya Kendali Mutu diantaranya yakni dengan Perluasan Akses layanan melalui peningkatan jumlah dan mutu faskes kerja sama, Penguatan engagement faskes untuk meningkatkan kepatuhan dan mutu layanan Kemitraan yang setara dengan seluruh pemangku kepentingan, Intensifikasi Promotif Preventif melalui Promosi, deteksi Dini dan Peningkatan Pengelolaan penyakit Kronis, dan Peningkatan pemanfaatan digitalisasi layanan dan inovasi pada Costumer Journey.

Sedangkan dari Kendali Biaya diantaranya Penjaminan layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dasar kesehatan (KDK) dan Kelas rawat inap (KRI), Standarisasi penjaminan manfaat, Pengembangan sistem pembayaran, Pengembangan dan penguatan implementasi klaim elektronik dan Penguatan implementasi sistem pencegahan kecurangan.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Kantor Cabang Surabaya, Wiedho Widiantoro menyatakan bahwa jumlah peserta JKN KIS telah mencapai 2.856.647 dari total penduduk 2.970.730 penduduk Surabaya per 1 September 2021. Dan seluruh pelayanan peserta JKN – KIS kini dalam genggaman. “Semua kebutuhan akan layanan dapat di akses melalui aplikasi Mobile JKN.” jelasnya.

Peserta JKN akan mendapatkan berbagai fitur layanan kesehatan. Mulai dari pendaftaran, skrining kesehatan, konsultasi dokter, pembayaran, hingga mengecek ketersediaan kamar inap di tiap RS.
Adapun Skrining riwayat kesehatan merupakan salah satu cara untuk mengetahui adanya faktor risiko terjadinya penyakit di masa datang meliputi penyakit diabetes melitus, hipertensi, gagal ginjal dan jantung coroner, Skrining Riwayat Kesehatan melalui sarana digital dapat dilakukan oleh peserta JKN KIS mulai usia 15 tahun dengan frekuensi 1 kali setiap tahun berjalan

Skrining Riwayat Kesehatan secara mandiri oleh peserta dapat dilakukan melalui Skrining Riwayat Kesehatan secara digital melalui :

(1) Aplikasi Mobile JKN
Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan di aplikasi mobile JKN melalui fitur “Skrining Riwayat Kesehatan”. Aplikasi Mobile JKN dapat diunduh di playstore atau
appstore, sebelum melakukan pengisian skrining peserta dapat melakukan registrasi
akun Mobile JKN.

(1) Website BPJS Kesehatan
Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan dengan mengakses website BPJS Kesehatan melalui alamat: www.bpjs-kesehatan.go.id dan memilih skrining riwayat kesehatan dalam blue-slide-bar.

(1) Chat Assistant JKN (Chika) yang dapat diakses melalui Whatsapp (0811 8750 400). (by)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed