oleh

Pemkab Madiun, Akan Tindaklanjuti Perba Terkait Persampahan

DimensiNews.co.id, MADIUN – Bupati Madiun Ahmad Dawami kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah disembarang tempat yang memang tidak semestinya untuk pembuangan sampah, baik itu sampai rumah tangga maupun sampah material.

Apalagi di sungai-sungai? Hal itu akan menjadi sumbatan pada aliran air, baik dari permukiman penduduk maupun dari hulu ke hilir sehingga tidak lancar. Maka dari itu, telah dilakukan kerja bakti dengan cara membersihkan sampah maupun tumbuhan liar yang menjadi sumbatan pada sungai-sungai tersebut.

“Dimana sungai-sungai yang ada sampahnya, kita ambilin dan disiapkan prasarana semuanya. Perencanaan ini sudah beberapa hari yang lalu, saya bersama Kapolres Madiun, Dandim Madiun, Komandan Yonif Linud 501, dari perwakilan Lanud Iswahjudi untuk giat siap kesiagaan bencana,” katanya seusai melaksanakan Apel Kerja Bakti Massal dalam rangka Peningkatan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat dimasa pandemi Covid-19 Kabupaten Madiun, Sabtu 24 Oktober 2020.

Artinya, menurut dia, bahwa kesiap siagaan ini menyangkut bencana banjir dan juga pandemi Covid-19. Terkait dengan bencana banjir, ini ada permasalahan sampah yang ada di sungai-sungai di Kabupaten Madiun. Untuk itu perlu aparat terlibat, lengkap serentak se-Kabupaten Madiun.

Sehingga, ketika musim hujan bisa meminimalisir sumbatan-sumbatan air, sehingga banjir insya alloh bisa lebih terkendali. Terkait smpai-sampai yang ada dikawasan sungai, memang perlu sosialisasi yang membuat atas kesadaran masyarakat akan kecintaannya terhadap sungai. Karena sungai itu, bukan tempat sampah?

“Tapi sungai itu, ketika bagus juga akan bisa memberi manfaat. Artinya ketika tidak ada banjir, kita tidak ada bencana maupun tidak ada kerugian dari kejadian banjir tersebut. Mana kala sampah-sampah tersebut tidak bisa diselesaikan pada hari ini, maka akan diselesaikan hari-hari selanjutnya sampai semuanya tuntas,” ujarnya.

Ia menjelaskan setelah terlibat langsung dalam kegiatan kerja bakti massal, terkait Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Madiun tentang Lingkungan akan segera ditindaklanjuti dengan Peraturan Baru (Perba) yang mengikat terkait persampahan. Sehingga disitulah Peraturan Bupati (Perbup) dan Perda ini, akan mengikat bagaimana masyarakat harus memperlakukan sungai misalnya seindah mungkin serta turut menjaga keasriannya.

“Namun ketika ada yang melanggar yaitu membuang sampah sembarangan di sungai, tentunya akan ada panisment (sanksi) disitu. Itu sudah ada perencanaan dari kita, mudah-mudahan dalam tahun 2020 ini, bisa selesai tuntas,” jelasnya.

Dia mengungkapkan soal disipli itu, memang harus diikuti dengan panisment juga. Harapan kedepan’ mudah-mudahan masyarakat seluruhnya ada kesadaran, sehingga panisment tidak diberatkan. Yang terpenting seperti itu. Artinya sebelum ada penegakan hukum, jajarannya akan melakukan sosialisasi yang masif bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun. “Kita akan lakukan personil-personil dibawah untuk mensosialisasikan ke masyarakat,” janji Ahmad Dawami.

Ia menambahkan hasil rapat keputusan atas Forkopimda Kabupaten Madiun, sudah ditegaskan bahwa perhatian dalam minggu-minggu menjelang hujan ini adalah terkait persampahan.

“Mana kala ada ditempatnya itu ada persampahan, segera bersihkan dan ada sosialisasi sekaligus katakanlah dengan cara “ditegorlah,,, Terkait adanya sampah yang mungkin di Kabupaten Madiun ini, ada mitosnya? Yaitu terkait pempess itu ada mistosnya? Hal-hal yang menyangkut bayi, ada mitosnya? Itu, juga akan kita kroscekkan secara sosial juga ke masyarakat,” ungkapnya lagi.*(all)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed