DimensiNews.co.id, BATU- Meskipun menemui kendala saat pelaksanaan pembangunan, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Batu meresmikan Pasar Sayur di atas lahan 3.000 meter persegi, Senin (17/2/2020), tepatnya berada di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu.
Dikatakan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, berdasarkan penelitian di lapangan apabila bangunan pasar yang sudah diperbaiki dan dibuat fasilitas yang lebih bagus, ini rata-rata kenaikan penjualannya hingga diangka 300 persen.
“Pasar yang diperbaiki menjadi lebih bagus, ini akan membuat pedagang lebih meningkat keuntungannya, karena, yang pertama, pembeli yang datang itu merasa nyaman di tempat yang lebih bagus, dan bersih,” kata dia, Senin (17/2/2020), saat meresmikan secara langsung Pasar Sayur Batu.
“Nah, dengan fentilasi yang bersih juga otomatis membuat nyaman. Artinya, pedagang pasar itu berjualan dengan nyaman, termasuk pembelinya ini juga nyaman,” jelas dia, dihadapan para pedagang.

Lebih lanjut, diakui olehnya, bahwa pembangunan pasar sayur tersebut menemui beberapa kendala, karena harus melalui dua tahap dalam pembangunannya.
“Memang terus terang, pasar sayur ini tidak begitu lancar pembangunannya. Karena, dilkukan dua tahap, tahap pertama pondasinya dan kios sekitar sini, lalu tahap kedua baru pemasangan atap serta perbaikan lantai dan drainase,” urainya.
Proses pembangunan pasar itu, menurut Dewanti, menemui kegagalan tepatnya tahun 2018 yang lalu. Sehingga, banyak pesan melalui Whatsapps di ponselnya, yang menanyakan atas kegagalan pembangunan pasar tersebut.
“Tahun yang lalu, lelang dari pembangunan pasar ini gagal, sehingga saya sering di Whatsapps, menanyakan kenapa ini tidak diteruskan. Pastinya, tidak ada niatan pemerintah sedikitpun untuk kemudian membuat setengah-setengah membiarkan tidak memberi fasilitas yang memadai, tetapi yang ada adalah karena proses yang ada hal-hal yang kita tuju sepertinya gagal,” terang dia.
Bahkan, kembali diakui olehnya, tahun 2019 yang lalu pelaksanaan pembangunan juga hampir gagal. Namun, pada saat lelang tender ada yang memenangkan dan siap melakukan pembangunan dengan persaratan yang memadai.
“Alhamdulillah, 2019 lalu kalau saya boleh terus terang hampir ini juga tidak terlaksana, ini membuat saya stres, kita berdoa, alhamdulillah akhirnya ada pemenang tender dan bisa eksekusi, itupun tidak mulus, tetapi saya sangat berterimakasih kepada ibu Kajari tim TP4D nya yang sangat luar biasa mendampingi, akhirnya pasar sayur ini bisa terlaksana,” tuturnya.

Untuk itu, dengan berhasilnya pembangunan pasar sayur tersebut, dia mengungkapkan kepada semua pedagang bahwa proses pembangunan pasar itu tidak mudah. Meskipun, keuangan tersebut dari pemerintah itu ada, tetapi harus melalui proses dan aturan yang benar.
“Kepada pedagang pasar, tolong dijaga baik baik pasar sayur ini, kalau ada kerusakan kecil, dengan hormat, saya minta cepat diperbaiki kalau bisa uang pribadinya, kenapa saya sampaikan begitu, karena, memang di dinas ada biaya perawatan tetapi itu tadi, ketika ada kerusakan sedikit, dengan patungan pedagang pasar itu akhirnya tidak merembet tidak membuat rusak bertambah parah,” tandas dia.
“Kalau menunggu biaya dari pemerintah, ini nanti perlu diperiksa dulu, belum direncanakan, belum lagi dianggarkan, ini akan membuat parah kerusakan. Jadi mohon, kalau ada kerusakan kecil-kecil itu dirembug bersama supaya pasar ini tetap terjaga keindahan juga kemegahannya,” tegas Dewanti.
Mengenai kebersihan pasar, kembali ditegaskan olehnya, untuk dinas terkait diminta untuk meletakkan tempat sampah ditempat yang strategis. Supaya, imbuh Dewanti, para pedagang pasar bisa membuang sampah ditempatnya.
Selain itu, lanjut dia, diminta para pedagang menjaga kebersihan dan kerapian lapaknya masing-masing.
“Sebulan lagi, saya kesini, jangan ada tembok yang rusak. Kalau perlu, diberi tempelan gambar sayur itu lebih baik. Dan, jangan dirusak,” pungkas Dewanti.(put/adv)
















