DimensiNews.co.id BATU – Pembangunan Pasar Sayur Kota Batu tahap II akhirnya selesai juga, setelah molor selama 31 hari. Namun, dengan menelan anggaran ternyata kondisi drainase yang sudah dibangun masih tidak sempurna.
Saat dilakukan serah terima antara pihak rekanan PT Bintang Wahana Tata kepada Pemkot Batu, Selasa (28/1/2020) sore, tim forensik dari Univesritas Brawijaya Malang menyatakan bahwa keseluruhan pembangunan drainase tidak sempurna.

Mulai dari elefasi, kemiringan sampai pada tidak adanya alat pembuka tutup bak kontrol. Pertemuan antar titik jalannya air tidak sesuai, sehingga mengakibatkan genangan karena arusnya tidak terfokus pada satu titik.
Dari hasil pembangunan tersebut saat pengecekan, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Sry Heny Alamsari, mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan Pasar Sayur tahap II, Selasa (28/1/2020) merupakan hari terakhir untuk diserahkan.
“Pelaksanaan hari ini, adalah hari terakhir untuk diserahkan,” ujar dia, Selasa (28/1/2010).
Namun demikian, lanjut dia, dari hasil pengecekan terakhir yang merupakan kekurangan dari hasil pembangunan, pihak rekanan sebagai kontraktor harus segera memperbaiki.
“Ada hal kekurangan yang perlu diperbaiki dalam pengecekan yang dilakukan, ini harus segera diselesaikan apabila ada masukan. Semakin lama akan kita tinggal akan menimbulkan pertanyaan,” tegas Heny.

Sementara, Direktur PT Bintang Wahana Tata ,Wahyu Prasetyawan, menjelaskan bahwa secara fisik semua bangunan pasar sayur tahap dua tersebut sudah selesai seratus persen. Bahkan, pihaknya juga sudah melakukan kordinasi dengan konsultan pengawas.
“Jadi secara fisik semua bangunan pasar sayur tahap dua ini sudah selesai seratus persen, dari pihak kita juga sudah koordinasi dengan konsultan pengawas, soal perbaikan,” jelasnya.
Soal adanya pekerjaan drainase yang perlu disempurnakan, Wawan panggilan akrabnya, menegaskan akan dilaksanakan saat masa pemeliharaan selama enam bulan.
“Revisi sudah menjadi tanggung jawab vendor sebagai pemenang proyek Pasar Sayur tahap II, soal drainase nanti kita akan sempurnakan di masa pemeliharaan selama enam bulan,” tandas dia.
Selama pemeliharaan enam bulan, kembali diungkapkan olehnya, akan menugaskan kru untuk standby si tempat. Menurut Wawan, tugas dari kru ini, apabila terjadi hujan deras, akan membenahi titik yang harus diperbaiki.
“Kita menerima gambar dari konsultan, otomatis harus sesuai seperti yang kita laksanakan dan kita tidak berani untuk mengubah. Tetapi, kalau memang kondisinya dari teman-teman legislatif kurang sempurna, kita sempurnakan. Enam bulan, kita siap benahi,” pungkas dia.
Seperti diketahui, pembangunan Pasar Sayur tahap II ini menelan anggaran Rp 5 miliar yang bersumber APBD Kota Batu 2019. Dan, pembanguna dimulai pada 26 Juni 2019 lalu, dari hitungan 180 hari masa kerja harusnya selesai pada 26 Desember 2019, karena kendala teknik akhirnya molor hingga 28 Januari 2020.
Sementara, pembangunan pasar sayur tahap I dimulai, 2017 silam. Apabila digabungkan jumlah kios dan ruang lapak yang tersedia untuk pedagang, 3×5 meter sebanyak 40 unit ditambah 3×3 meter untuk pedagang sayur sebanyak 96 unit, sehingga jumlah total keseluruhan untuk transaksi perdagangan 136 unit kios.put
















