Diduga Tak Sanggup Berenang, Seorang Remaja Tewas Tenggelam di Kolam PT KKA

  • Bagikan
Jenazah korban saat dievakuasi ke BRSUD Cut Meutia Buket Rata.

DimensiNews.co.id, ACEH UTARA- Diduga tidak sanggup berenang, seorang remaja bernama Yusnadi (20) ditemukan tewas tenggelam di dasar kolam bekas PT. Kertas Karft Aceh (KKA) di Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, sekira pukul 17.00 WIB, Rabu (8/1).

Setelah mendapat informasi tenggelamnya seorang warga, Tim SAR BPBD Aceh Utara langsung datang ke lokasi untuk melakukan pencarian korban dengan cara menyelam di kolam eks PT. KKA.

Kalaks BPBD Aceh Utara, Drs Amir Hamzah.

Setelah melakukan pencarian selama 4 jam, akhirnya sekira pukul 21.30 WIB korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kalaks BPBD Aceh Utara, Drs Amir Hamzah, kepada DimensiNews.co.id, Kamis (9/1) mengatakan, setelah dilakukan pencarian selama 4 jam, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan selanjutnya jasad korban dievakuasi ke BRSUD Cut Meutia, Buket Rata untuk divisum.

BACA JUGA :   Bupati Mesuji Lepas Peserta HPN 2020 ke Banjarmasin

Setelah divisum oleh tim medis BRSUD Cut Meutia, akhirnya jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan di Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, penyerahan jenazah kepada keluarga turut disaksikan oleh Kalaks BPBD, Camat dan aparat kepolisian dari Polres Lhokseumawe.

Menurut pengakuan adik kandung korban Sufi (16 ) mereka berlima bersama Ayahnya Saiful (50) Rabu sore, pergi menjaring ikan di kolam ex. Pabrik KKA sama halnya dengan warga lain memanfaatkan waktu luang mencari ikan.

Hasil penelusuran Kalaksa dulu semasa aktif PT. KKA akhir 2007, kolam itu difungsikan sebagai tempat penampungan sementara cairan limbah sebelum dikirim ke unit Efluen Treatmen. Kolam tersebut besar dan banyak ikan sehingga warga sekitar memanfaatkan waktu luang sebagai lokasi memancing dan menjaring ikan segar.

BACA JUGA :   Wabup Sukabumi Minta Jajaran Korpri Meningkatkan Kinerja Pelayanan Publik

Lanjut Sufi, sebelum kejadian, ia bersama korban turun memasang jaring keliling mengarungi hingga 100 meter arah utara, sementara ayahnya Saiful beserta adik perempuan Lismayani dan menantunya Mustafa menunggu di posisi semula sebelah selatan kolam.

Setelah memasang jaring korban bersama adiknya, Sufi berenang tujuan balik ke posisi semula sebelah selatan tempat sang ayah dan adik-adiknya menunggu.

Naas bagi korban yang berenang dibelakang adiknya (Sufi) persis dipertengahan kolam lebih kurang 50 meter baru berenang, adiknya mendengar suara minta tolong.

Awalnya mengira korban pura-pura, begitu menoleh kebelakang terlihat jelas abang kesayanganya minta tolong sambil tenggelam di depan matanya. “Walau berusaha membantu menyelamatkan, tetapi tidak berhasil,” kenang adiknya sambil bercucuran air mata.

BACA JUGA :   Program Gratis Sejuta Kacamata Didukung Zahir, Upaya Mencegah Kebutaan di Kabupaten Batu Bara

Begitu juga sang ayah (Saiful) dan adik-adik yang turut menyaksikan kejadian yang sangat memilukan itu, salah satu putranya hilang tenggelam dari pandangan matanya. Spontan sang ayah melompat berenang membantu dan mencari darah dagingnya, stamina sang ayah mungkin menurun tidak sanggup berenang lagi hingga sasaran, apalagi berlumpur. Sehingga terpaksa memutar balik untuk mencari bantuan.

Usai evakuasi korban ke RSUCM Buket Rata, Kalaksa BPBD menghimbau agar warga tidak sembarangan memancing atau mencari ikan.

“Jangan anggap sepele tanpa mengetahui medan yang sebenarnya, pelajari atau tanyakan dulu tingkat bahaya dan resiko bencana,” harap Amir Hamzah. (Halim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses