by

Tujuh Warga Merangin Dikarantina di Jakarta, Diduga Terpapar Omicron Dari Data Rapat Capaian Vaksin Covid-19

MERANGIN– Ada sebanyak tujuh warga Kabupaten Merangin yang sekarang ini sedang dikarantina di Jakarta, diduga terpapar omicron. Ketujuh warga Merangin itu, baru pulang dari Negera Turki.

Hal tersebut dikatakan Komandan Kodim 0420 Sarko Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis, pada rapat pencapaian vaksinasi Covid-19 yang dipimpin Sekda Merangin Fajarman, di Aula Bappeda Merangin, Rabu (12/1).

‘’Untuk itu kita harus terus waspada. Kebanyakan warga yang terpapar omicron ini memang orang yang baru pulang dari luar negeri. Tetap jaga protokol kesehatan dan waspada terhadap keluar masuknya warga ke Merangin,’’ujar Dandim 0420 Sarko.

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan menegaskan, vaksinasi Covid-19 Kabupaten Merangin telah tembus ke angka 71 persen. Sesuai arahan Presiden RI Jokowido, artinya Merangin sudah bisa melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis tiga.

‘’Untuk Provinsi Jambi hanya ada lima kabupaten/kota, salah satunya Kabupaten Merangin yang bisa melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis tiga,’’ujar Kapolres pada rapat yang dihadiri Forkopimda Merangin tersebut.

Sementara itu Sekda Merangin Fajarman mengatakan, untuk desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak, sudah ada kreteria dan aturan Permendes, juga sudah ada syarat-syarat pemilihnya.

‘’Bagi warga yang berdomisili desa tersebut, ketika melakukan Pilkades pastikan sudah sudah divaksin Covid-19, dengan melampirkan bukti sertifikat vaksin Covid-19, minimal vaksin dosis pertama,’’terang Sekda.

Sedangkan Kajari Merangin Ny Raden Roro Theresia Tri Widorini menambahkan, untuk Pilkades yang akan dilakukan pada 14 April sampai 16 Mei 2022, pastikan selalu mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

‘’Kita perlu memasang Barkot Peduli Lindungi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkades serentak tersebut. Ini untuk memastikan siapa saja yang berada di TPS sudah divaksin Covid-19,’’pinta Kajari.

Selain itu Kajari Merangin menegaskan, untuk vaksinasi pada anak usia 6 – 12 tahun, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan terlebih dahulu harus mensosialisasikan kepada orang tua murid.

‘’Supaya anak-anak tertarik untuk divaksin, perlu dibuat mainan atau hadiah, yang bisa menarik anak-anak  mau divaksin Covid-19. Termasuk pemberian permen  atau difoto bersama Tokoh Kartun yang disenangi,’’pinta Kajari.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed