Memperingati Hari Down Syndrome Sedunia 2019″Anak Down Syndrome Bisa Berprestasi Dan Mandiri 

 

Dimensinews.co.id JAKARTA – Menjadi hebat adalah dambaan setiap anak Indonesna. Bagi anak dengan down syndrome, menjadi hebat adalah bisa mandiri dan bisa berkegiatan sesuai minat.

Berkesenian, berolahraga, dan menekuni ketrampilan-ketrampilan. Butuh upaya keras dan ketekunan untuk melakukan itu semua, penuh tantangan dan mensyaratkan kesabaran. Bagi orang tua, bimbingan dan pola asuh yang tepat menjadi kunci mengantar anak-anak dengan down syindrome bisa mandiri kelak atau menorehkan prestasi.

Namun itu bukan mustahil. Makin hari makin banyak anak-anak dengan down syndrome yang meraih prestasi dan mampu mandiri, membuktikan kepada dunia mereka hebat, mereka seperti anak-anak lain.

Stepannie Handojo misalnya, mampu meraih medali emas SOWS Games di Athena 2011 dan dipercaya menjadi salah satu pembawa obor Olimpiade London 2012. Ada pula Ferdhi Ramadhan peraih medali emas Lompat Jauh Junior Games 2nd Australia 2008.

Sedangkan Jessryan Vandinatra selain sebagai pemegang medali perunggu PON Renang SOINA, juga menjadi juara 1 memainkan alat musik modern pada FL2SN 2013 dan juara 1 Got Talen HBT 2016.

Para inspirator di atas membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat dan pola asuh yang sesuai anak-anak down syndrome bisa berprestasi dan mandiri. Hari-han’ ini mulai banyak anak-anak dengan down syndrome yang bekerja baik berwirausaha. Aswin Nugroho 27 tahun dari Surabaya, selain menjadi drummerjuga sudah bisa berjualan kue.

Sedangkan Putri Pertiwi pelukis penyandang down syndrome sudah mampu menjual lukisannya dan menggelar pameran tunggal.

Nadya yang penari balet merintis usaha pesanan pudlng, Evan dart Jember sudah tiga tahun merintis bisnis jus online, lalu Putri Primadani Mooduto bergabung dengan kakaknya di bisnis garmen. Sedikit perusahaan salah satunya restoran cepat, Mc Donald di sejumlah negara, mulai menerima anak-anak down syndrome, bekerja. Sayangnya di Indonesia belum.

Mengantar anak-anak down syndrome bisa bekerja, perlu terus didorong. Nantinya diharapkan banyak anak-anak dengan down syndrome mendapat kesempatan setara. Anak adalah karunia terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia dan dalam menciptakan anak manusia Tuhan mempunyai rahasia tersendiri.

Ada anak yang dilahirkan normal dan ada pula anak yang dilahirkan “istimewa”. Salah satunya adalah anak dengan Sindroma Down.

Untuk makin mendorong anak-anak dengan down syndrome mencapai prestasinya, memberi kesempatan mereka menunjukan kemampuannya Yayasan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (Potads) menggelar peringatan hari Down Syndrome Dunia 2019 pada Minggu 24 Maret 2019 di Aveneu of The Stars Lippo Mall Kemang Jakarta.

Acara akan diisi dengan cerita dari para penyandang down syndrome berprestasi. Sejumlah artis peduli down syndrome juga turut meramaikan acara, antara lain Widuri dan Dru, Moergan Oey, Rieka Roslan, Hedi Yunus, Jeane Phialsa, Elfas’s Singer, dan Rizky Febian. Da juga Putri Delina, Bilal lndrajaya, Maykilla, Ari Tulang, Tike Priatnakusumah, Raina Gumay, dengan dipandu Haikal Baron AFI.

Tahun ini peringatan Hari Down Syndrome sedunia juga diwarnai penjualan merchandise dan peluncuran buku ketiga Potads. Pada 24 Januari lalu para orangtua dengan down syndrome dan masyarakat umum juga telah mengikuti seminar bersama Aisah Dahlan, di Siloam Hospital Kemang Jakarta. Dan 23 Maret 2019 POTADS juga meluncurkan buku TRISOMY 21 DOWN SYNDROME yang menjadi literure lengkap informasi seputar down syndrome mulai dari lahir hingga dewasa.

Pasca puncak peringatan POTADS menggelar lokakarya untuk terus menyosualisasikan semangat para orangtua untuk mendorong anak-anak dengan down syndrome jadi anak yang mandiri.

POTADS selalu ingin berbagi rasa, bahwa kita di dunia tidak sendirian dititipi anak dengan down syndrome. Orangtua dapat saling bertukar pikiran dan saling mendukung. POTADS tidak ingin orang tua menyia-nyiakan anak dengan down syndrome dengan membantu mengembalikan kepercayaan diri para orangtua anak dengan down syndrome agar mereka dapat mendidik anak menjadi mandiri sesuai dengan kekurangan dan kelebihannya.

 

 

 

 

Laporan Wartawan : Rizki

Editor.                       : Red DN
R

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial