by

Tiga Pelaku Pembunuhan Anak Punk Di Tangsel Ditangkap Polisi Empat Lainya Masih Buron

 

DimensiNews.co.id TANGSEL – Unit reskrim polsek Pamulang polres tanggerang selatan berhasil mengungkap kasus pembunuhan geng anak punk yang terjadi pada 16 januari 2019 lalu di lahan tanah kosong gaplek pamulang.

Berdasar 2 fakta adalah kondisi korban almarhum terdapat banyak tusukan di punggung bagian belakang, dan cukup sadisnya polisi melihat tidak menemukan salah satu jari kelingking tangan dan daun telinga sebelah kiri korban serta tidak ditemukan dugaan luka alami.

Tim Vipers Polsek Pamulang bersama Sat reskrim Polres Tangerang Selatan melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga akhirnya tanggal 19 Januari sampai 24:Januari 2019 berhasil mengamankan berturut-turut 3 orang tersangka dari total 7 orang tersangka.

“Diawal penyelidikan sempat merasa kesulitan karena tidak ditemukan identitas apapun pada diri korban almarhum,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP  Ferdy Irawan, bersama Kasat Reskrim AKP. Alexander Yurikho, Kapolsek Pamulang Kompol Endang, Kasubag Humas Polres Iptu Sugiyono, dan Kanit reskim Polsek Pamulang, saat Pers Rilis di Polres Tangerang Selatan, Senin (4/1/2019).

Kemudian terkuak, bahwa korban adalah anggota Anak Punk gank/entitas Ciputat yang baru bergabung, dengan usia masih dibawah umur (16) berinitial MR warga Kedaung Pamulang Kota Tangerang Selatan.

Diketahui,  karena malam dan diniharinya pada tanggal yang sama itu ada keributan di Pamulang dan membuat Laporan Polisi. “Jadi Anak Punk Pamulang VS Anak Punk Ciputat diduga masalah lahan tempat mengamen,” ujarnya.

Anak punk gank Pamulang di kasus ini menjadi pelaku. Tapi sebelumnya, kebalikannya, Pamulang lah yang diserang oleh gank Ciputat ( pada siangnya). Rekan-rekan korban almarhum mengetahui bakal ada balas dendam dari punk gank Pamulang, kemudian menghilanglah semua, terkecuali korban almarhum yang  tetap mangkal di depan Ramayana Ciputat.

Korban almarhum dijemputlah sama 4 tersangka dengan motor untuk dibonceng secara diapit menuju Gaplek Pamulang, dianiaya hingga meninggal. Saat korban almarhum ditemukan berdasarkan olah TKP, tak ditemukan ceceran darah. “Korban ditusuk di organ paru-paru,” ucapnya.

Kepolisian sempat penasaran karena peristiwa ini mirip kejadian pembunuhan anak punk yang di Cisauk dengan 2,5 tahun lalu, kondisi korban dibuang ke sungai dan satu jarinya juga dipotong.

Tersangka 1 bernama Ikkiusan (IK) ditangkap pertama kali. Ia adalah anggota Anak Punk Gank Pamulang yang secara sadar telah memotong kelingking dan daun telinga korban.

Saat IK (berambut pirang) melarikan diri ke Bogor sempat menunjukan kelingking dan daun telinga kepada rekan-rekan korban almarhum, kemudian membuang di sebuah cabang anak kali ciliwung di daerah Bogor.

Tersangka 2 dan tersangka 3, Comot dan Dandi yang melakukan penusukan berkali-kali kepada korban almarhum, ditangkap di daerah Pelabuhan Ratu Sukabumi, serta mengaku membuang barang bukti pisau di laut sana.

4 orang tersangka lainnya yang berperan menjemput dan memukul  korban almarhum saat di lokasi tkp 1 depan Ramayana Ciputat masih DPO yakni Tito, Dipo, Agus dan Andre.

Tersangka Yudi dan tersangka Agus mengaku bahwa kelompoknya telah mengincar korban almarhum.

Para tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Dan atau Pasal 340 KHUPidana Dan atau Pasal 338 KHUPidana Dan atau Pasal 170 dengan Ancaman Hukuman Seumur Hidup atau Hukuman Mati.

 

 

 

Laporan Wartawan : Dul

Editor.                       : Red DN

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed