KADISPENAD TNI” Menghimbau Prajurit & Masyarakat Bijak Dalam Menggunakan Medsos


DimensiNews.co.id JAKARTA – Maraknya berita hoax serta penyebaran ujaran kebencian di jagad media sosial, menuai keprihatnan tersendiri di jajaran TNI, Khususnya keluarga besar Angkatan Darat. TNI AD

Karenanya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, tak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh prajurit TNI AD untuk bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Minggu (1/4/2018).

“Sementara kepada seluruh Kapendam, TNI AD mengimbau agar dapat menyuarakan kepada masyarakat mengenai kegiatan prajurit TNI di masing masing jajaran Kodam. Ini menjadi salah satu cara memberikan informasi yang benar tentang kegiatan-kegiatan TNI AD beserta jajarannya, serta menangkal beredarnya berita-berita hoax, khususnya yang menyangkut TNI AD,” ujar Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh melalui telpon selulernya Minggu (1/4).

Dijelaskannnya, Dinas Penerangan TNI AD dan jajaran, sebagaimana fungsi utamanya, memang harus menjadi garda terdepan satuan dalam menginformasikan kepada masyarakat, segala kegiatan yang dilakukan prajurit TNI AD di lapangan.

Salah satunya adalah menginformaikan kegiatan yang dilakukan Babinsa, yang merupakan ujung tombak TNI dalam berhubungan dengan masyarakat. “Lewat Babinsa, kita juga bisa menditeksi dini apa yang terjadi di tengah masyarakat, serta dapat mengantisipasi potensi-potensi gangguan yang ada,” jelasnya.

Sementara terkait berita Hoax, Kadispenad memastikan pihaknya akan mengawasi penyebaran berita-berita bohong serta tak sesuai fakta tersebut, khususnya jelang Pilkada. “Jika terbukti ada anggota masyarakat atau prajurit TNI AD yang membuat atau ikutmenyebarkan berita hoax, pasti akan kami tindak. Karena kami selalu menyampaikan pada Bhabinsa agar selalu mensosialisasikan ke masyarakat mengenaibahaya menyebar hoax,” tegasnya.

“Kami juga menyampaikan kepada media cetak maupun elektronik agar menghindari pemberitaan yang unsure kebenarannya tidak akurat. Serta menghindari pemberitaan yang mengarah pada provokasi. Ketika melakukan itu, ada sanksi pidana bagi yang bersangkutan,”imbuhnya mengingatkan awak media.

TNI AD selama ini juga menggunakan media sosial untuk memberikan informasi dan berinteraksi dengan masyarakat, salah satunya lewat akun twitter @tni_ad. Akun resmi TNI AD itu dibuat Oktober 2015 dan memiliki lebih dari 43 ribu follower.

 

 

Laporan Reporter : HL/BS

Editor.                     : Red DN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. NKRI JAYAApril 25, 2018 at 12:56 pmReply

    mantaps

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.