Cahaya Listrik Bagaikan Surga Bagi Masyarakat Nias

 

 

DimensiNesw.co.id-KEPULAUAN NIAS – Cahaya listrik menjadi barang berharga bagi  masyarakat yang bermukim di wilayah terpencil,Gelap gulita menjadi pemandangan masyarakat Desa Sifaoroasi Ulu Hou, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Disaat sinar matahari mulai menghilang, tak banyak aktivitas yang dapat dilakukan ketika listrik belum tersedia di wilayah Desa Sifaoroasi Ulu Hou.

Untuk menuju Desa Sifaoroasi  yang berjarak  10 kilometer dari jalan provinsi, jalanan begitu menantang. Sehingga tak heran desa ini jauh dari gemerlap lampu-lampu seperti di kota.

Jalan yang berkelok-kelok tajam, turun naik perbukitan yang curam menjadi tantangan tersendiri untuk menuju lokasi Desa Sifaoroasi, belum lagi jalanan aspal yang sudah terkelupas dan cenderung bebatuan, hingga tidak tersedianya sinyal telepon seluler menjadi teman selama perjalanan.

Kini masyarakat Desa Sifaoroasi Ulu Hou, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara,  zaman kegelapan itu sudah berlalu. Kini hidup mereka lebih bercahaya dan benderang karena sudah ada cahaya listrik.

Perasaan bahagia dan senang yang tak terkira itu dirasakan mereka. Betapa tidak, selama puluhan tahun mereka hidup di perkampungan terpencil tanpa merasakan sinar cahaya listrik, baru hari ini mereka bisa menikmati cahaya listrik.

Kepala Desa Sifaoroasi Ulu Hou, Tuberta Bawamenewi, mengungkapkan rasa syukurnya karena harapan warga desanya mendapatkan aliran listrik.

“Sudah puluhan tahun belum terjamah listrik. Namun, saat ini cahaya listrik di Desa Sifaoroasi Ulu Hou sudah menyala  dan  dinikmati oleh sekitar ratusan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh unsur yang ikut terlibat memperjuangkan keluhan masyarakat Desa Sifaoroasi,” ungkap Tuberta, Selasa (11/08/2018).

Sebelumnya, saat malam tiba, warga di kampung tersebut hanya mengandalkan penerangan yang berasal dari lampu minyak, yang biasa disebutnya dengan pelita.

Listrik sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat di perkotaan. Sementara bagi masyarakat di daerah atau pelosok, kehadiran listrik merupakan anugerah. Seperti halnya bagi masyarakat di pedalaman Desa Sifaoroasi Ulu Hou.

Begitu bahagianya masyarakat tersebut dengan menikmati caya listrik yang puluhan tahun dinantikan. Masa gelap telah berlalu kini terang datang untuk masyarakat.

“Kami sangat menyambut baik dengan masuknya jaringan listrik dan mengucapkan banyak trimakasih bagi seluruh unsur yang terlibat dalam memperjuangkan masuknya listrik di desa ini. Saat ini kami minikmati cahaya listrik selama 24 jam seperti di daerah perkotaan. Dulu kami hanya menyalakan obor dan lampu tradisional pada malam hari,  tapi sekarang  cahaya listrik yang dapat menerangin kami, “ungkap warga.

 

 

 

Laporan Reporter : Deserman Lase

Editor.                     : Red DN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.