Barisan Nusantara Deklarasikan Jenderal Purnawirawan Moeldoko Untuk Dampingi Jokowi

 

DimensiNews.co.id JAKARTA – Sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan Barisan Nusantara mendeklarasikan dukungan kepada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko, untuk menjadi cawapres Jokowi. Barisan Nusantara berharap Jokowi memilih Moeldoko sebagai pendampingnya di Pilpres 2019.

“Mengusulkan bapak Ir H. Joko Widodo dan bapak Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko sebagai calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,” kata Ketua Umum Barisan Nusantara Nurdin Tampubolon di Kuningan, Jakarta Selatan (08/08)

Nurdin menjelaskan, selama 4 tahun masa pemerintahan Joko Widodo terdapat banyak kemajuan yang terjadi di Indonesia. Baik itu di bidang ekonomi maupun politik. Namun tetap saja masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi catatan seperti intoleransi, terorisme, dan narkoba.

Lebih lanjut menurutnya Jokowi memerlukan sosok yang paham soal sumber daya alam khususnya di bidang pertanian.

“Muncul beberapa nama dan kami kerucutkan jadi satu, namanya adalah Dr. Jenderal Purnawirawan Moeldoko,” kata Nurdin.

Meski demikian Nurdin mengatakan,” Tak masalah jika pada akhirnya Jokowi tak mengambil mantan panglima TNI tersebut untuk jadi cawapres. Namun jika Moeldoko terpilih, mereka mengucapkan terima kasih.

Sejumlah kabar sempat beredar santer pada Selasa malam terkait rencana mundurnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dari jabatannya sebagai KSP, karena ada kemungkinan ia akan diumumkan sebagai cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

Terkait hal ini, Moeldoko membantah kabar tersebut.,”Mundur kemana, itu isu dari mana ayak ayak wae,” kata Moeldoko di Jakarta, Rabu (8/8/2018)

Dia mengaku masih tetap bekerja dan menjalankan tugas sebagai KSP sampai kemudian ada kabar yang menyebut dirinya akan mundur tersebut.

Moeldoko sendiri mengaku kaget dengan merebaknya isu tersebut mengingat ia bahkan masih mengikuti sidang paripurna mengenai RAPBN 2019 yang dipimpin Presiden Jokowi pada Selasa (7/8/2018) sore kemarin.

Mantan Panglima TNI itu juga masih menjalankan agenda-agenda penting di Kantor Staf Kepresidenan hingga sore menjelang malam hari kemarin.

Oleh karena itu, ia menjadi tidak habis pikir dengan isu-isu yang berkembang terkait dirinya yang akan mundur dari KSP.

Menurutnya, hal itu wajar mengingat di tahun politik segala sesuatu kemudian terasa begitu sensitif. Namun ia menegaskan sampai saat ini masih mengemban amanat yang diberikan Presiden kepadanya untuk memimpin Kantor Staf Kepresidenan.

 

 

Laporan Wartawan : HL/NO

Editor.                        : Red DN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.